© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangko

Sejarah

SEJARAH KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

 

Sejak era reformasi bergulir di tengah percaturan politik Indonesia, sejak itu pula perubahan kehidupan mendasar berkembang di hampir seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti merebaknya beragam krisis yang melanda Negara Kesatuan Kabupaten Bangko. Salah satunya adalah berkaitan dengan Orientasi Pembangunan. Dimasa Orde Baru, organisasi pembangunan masih berada di wilayah daratan. Sektor kelautan dapat dikatakan hampir tidak menarik, meskipun kenyataannya sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam, baik jenis dan potensinya. Potensi sumber daya tersebut terdiri dari sumber daya yang dapat diperbarui, seperti sumber daya perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya laut dan pantai, energi non konvensional dan energi serta sumber daya yang tidak dapat diperbarui seperti sumber daya minyak dan gas bumi dan berbagai jenis mineral. Selain dua jenis sumber daya tersebut, juga berbagai macam jasa lingkungan lautan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan kelautan dan perikanan seperti pariwisata bahari, industri maritim, jasa angkutan dan lain sebagainya. Tentunya inilah yang memuat Presiden Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No.355/M Tahun 1999 tanggal 26 Oktober 1999 dalam Kabinet Periode 1999-2004 mengangkat Ir. Sarwono Kusumaatmaja sebagai Menteri Eksplorasi Laut.



Tahun 1999
Selanjutnya pengangkatan tersebut diikuti dengan pembentukan Departemen Eksplorasi Laut (DEL) beserta rincian tugas dan fungsinya melalui Keputusan Presiden Nomor 136 Tahun 1999 tanggal 10 November 1999 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Departemen. Ternyata penggunaan nomenklatur DEL tidak berlangsung lama karena berdasarkan usulan DPR dan berbagai pihak, telah dilakukan perubahan penyebutan dari Menteri Eksplorasi Laut menjadi Menteri Eksplorasi Laut dan Perikanan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145 Tahun 1999 tanggal 1 Desember 1999. Perubahan ini ditindaklanjuti dengan penggantian nomenklatur DEL menjadi Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan (DELP) melalui Keputusan Presiden Nomor 147 Tahun 1999 tanggal 1 Desember 1999.

Tahun 2000

Dalam perkembangan selanjutnya, telah terjadi perombakan susunan kabinet setelah Sidang Tahunan MPR tahun 2000, dan terjadi perubahan nomenklatur DELP menjadi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sesuai Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000 tanggal 23 November 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Wewenang, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Departemen.

Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000 tersebut, pada November 2000 telah dilakukan penyempurnaan organisasi DKP. Pada akhir tahun 2000, diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen, dimana organisasi DKP yang baru menjadi :

Menteri Kelautan dan Perikanan;
Sekretaris Jenderal;
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap;
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
Direktorat Jenderal Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
Direktorat Jenderal Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran;
Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-pulau Kecil;
Inspektorat Jenderal;
Badan Riset Kelautan dan Perikanan;
Staf Ahli.

 

Tahun 2005 sd 2006

Pada tahun 2025, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Kabupaten Bangko, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006, maka struktur organisasi KKP menjadi :

Menteri Kelautan dan Perikanan;
Sekretaris Jenderal;
Inspektorat Jenderal;
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap;
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
Direktorat Jenderal Pengawasan & Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan;
Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
Badan Riset Kelautan dan Perikanan;
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan;
Staf Ahli.

Tahun 2009

Pada tahun 2009, terjadi perubahan nomenklatur dari Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan sesuai dengan Peraturan Presiden No. 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, maka Nomenklatur Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan, sedangkan struktur organisasi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak mengalami perubahan.

Terbentuknya Kementerian Kelautan dan Perikanan pada dasarnya merupakan sebuah tantangan, sekaligus peluang bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Artinya, bagaimana KKP ini menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor andalan yang mampu mengantarkan Bangsa Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Setidaknya ada beberapa alasan pokok yang mendasarinya.

Pertama, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.508 dan garis pantai sepanjang 81.000 km tidak hanya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tetapi juga menyimpan kekayaan sumberdaya alam laut yang besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Kedua, selama beberapa dasawarsa, orientasi pembangunan negara ini lebih mangarah ke darat, mengakibatkan sumberdaya daratan terkuras. Oleh karena itu wajar jika sumberdaya laut dan perikanan tumbuh ke depan.

Ketiga, dikaitkan dengan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatnya kesadaran manusia terhadap arti penting produk perikanan dan kelautan bagi kesehatan dan kecerdasan manusia, sangat diyakini masih dapat meningkatkan produk perikanan dan kelautan di masa datang. Keempat, kawasan pesisir dan lautan yang dinamis tidak hanya memiliki potensi sumberdaya, tetapi juga memiliki potensi bagi pengembangan berbagai aktivitas pembangunan yang bersifat ekstrasi seperti industri, pemukiman, konservasi dan lain sebagainya.

Dengan ditetapkannya Peraturan Presiden No. No. 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, maka Nomenklatur Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan, sedangkan struktur organisasi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak mengalami perubahan.

 

Tahun 2015

Setelah perubahan Nomenklatur menjadi Kementerian, pada tahun 2015 terbit Peraturan Presiden No 63/2015 tentang  tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan penambahan eselon I inspektorat Jenderal sebagai unsur pengawas. 

 

Selanjutnya pada tahun 2017, terbitlah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No 63 Tahun 2015 Tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan penambahan unsur pendukung Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan. 

 

Tahun 2023

Pada tahun 2023, pada masa Era Presiden Joko Widodo dibuatlah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan perubahan nomenklatur sebagai berikut: 

 

 

Pada Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan diubah menjadi Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan karena Kedua elemen penelitian dialihkan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejak tahun 2023. 

 

Sama halnya dengan unsur penelitian, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sebelumnya memiliki Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan sebagai unit yang melaksanakan urusan penangkapan ikan dan urusan pengendalian mutu. Sejak tahun 2023, urusan karantina ikan dipindahkan ke Badan Karantina Indonesia yang merupakan lembaga pemerintah non kementerian

 

Tahun 2024

Dalam pelantikan Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) pagi, Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali melantik Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Pelantikan menteri ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 133/P Tahun 2024 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Presiden Prabowo Subianto juga mengangkat Laksdya TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, MPA, MBA sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Penunjukkan Didit Herdiawan tertuang dalam Keputusan Presiden Kabupaten Bangko (Keppres RI) No. 73/M Tahun 2024 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

Tahun 2025

Dalam rangka mewujudkan organisasi dan tata kerja yang efektif dan efisien guna meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Kelautan dan Perikanan, maka dilakukan penataan organisasi dan tata kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2025. Perubahan organisasi ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan. Adapun nomenklatur yang berubah sebagai berikut:

1. Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut menjadi dua Direktorat Jenderal yaitu:

2. Pada Sekretariat Jenderal juga terdapat perubahan diantaranya adalah:

 

Logo Logo
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANGKO

JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat

Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293

Email: [email protected]

Call Center KKP: 141

Media Sosial

Pengunjung

1 2

Cabang KKP

Jelajahi jaringan cabang KKP melalui slider interaktif yang dapat digeser otomatis, dengan tombol, maupun swipe langsung.

KKP Aceh kkp-aceh.org KKP Bali kkp-bali.org KKP Banten kkp-banten.org KKP DKI Jakarta kkp-dkijakarta.org KKP Jawa Barat kkp-jawabarat.org KKP Jawa Tengah kkp-jawatengah.org KKP Jawa Timur kkp-jawatimur.org KKP Kalimantan Barat kkp-kalimantanbarat.org KKP Kalimantan Selatan kkp-kalimantanselatan.org KKP Kalimantan Tengah kkp-kalimantantengah.org KKP Kalimantan Timur kkp-kalimantantimur.org KKP Kalimantan Utara kkp-kalimantanutara.org KKP Bangka Belitung kkp-bangkabelitung.org KKP Kepulauan Riau kkp-kepulauanriau.org KKP Maluku kkp-maluku.org KKP Malukuutara kkp-malukuutara.org KKP Papua kkp-papua.org KKP Sulawesibarat kkp-sulawesibarat.org KKP Jakarta Barat kkp-jakartabarat.org KKP Jayapura kkp-jayapura.org KKP Bukittinggi kkp-bukittinggi.org KKP Amplas kkp-amplas.org KKP Bogor kkp-bogor.org KKP Candisari kkp-candisari.org KKP Jakarta Selatan kkp-jakartaselatan.org KKP Jambi kkp-jambi.org KKP Asemrowo kkp-asemrowo.org KKP Yogyakarta kkp-yogyakarta.org KKP Bantul kkp-bantul.org KKP Ampenan kkp-ampenan.org KKP Tangerang Selatan kkp-tangerangselatan.org KKP Bengkulu kkp-bengkulu.org KKP Malang kkp-malang.org KKP Lomboktimur kkp-lomboktimur.org KKP Banjarbaru kkp-banjarbaru.org KKP Lombokutara kkp-lombokutara.org KKP Kerinci kkp-kerinci.org KKP Jakarta Timur kkp-jakartatimur.org KKP Sumbawabarat kkp-sumbawabarat.org KKP Depok kkp-depok.org KKP Lhokseumawe kkp-lhokseumawe.org KKP Manokwari kkp-manokwari.org KKP Samarinda kkp-samarinda.org KKP Salatiga kkp-salatiga.org KKP Kulon Progo kkp-kulonprogo.org KKP Banjarmasin kkp-banjarmasin.org KKP Helvetia kkp-helvetia.org KKP Tanjungbalai kkp-tanjungbalai.org KKP Subulussalam kkp-subulussalam.org KKP Kasemen kkp-kasemen.org KKP Merangin kkp-merangin.org KKP Langsa kkp-langsa.org KKP Jakarta Utara kkp-jakartautara.org KKP Wanggar kkp-wanggar.org KKP Kotamanna kkp-kotamanna.org KKP Maulafa kkp-maulafa.org KKP Walesi kkp-walesi.org KKP Pangkalpinang kkp-pangkalpinang.org KKP Bima kkp-bima.org KKP Lombok kkp-lombok.org KKP Karangasem kkp-karangasem.org KKP Kutacane kkp-kutacane.org KKP Padang Sidempuan kkp-padangsidempuan.org KKP Tidore Kepulauan kkp-tidorekepulauan.org KKP Parepare kkp-parepare.org KKP Kupang kkp-kupang.org KKP Bukit Intan kkp-bukitintan.org KKP Bitung kkp-bitung.org KKP Palangkaraya kkp-palangkaraya.org KKP Ternate kkp-ternate.org KKP Dumai kkp-dumai.org KKP Mulyorejo kkp-mulyorejo.org KKP Sinabang kkp-sinabang.org KKP Cipocokjaya kkp-cipocokjaya.org KKP Labuanbajo kkp-labuanbajo.org KKP Tasikmalaya kkp-tasikmalaya.org KKP Binjai kkp-binjai.org KKP Gorontalo kkp-gorontalo.org KKP Alak kkp-alak.org KKP Sabangau kkp-sabangau.org KKP Kotabumi kkp-kotabumi.org KKP Siulak kkp-siulak.org KKP Klungkung kkp-klungkung.org KKP Tual kkp-tual.org KKP Bungo kkp-bungo.org KKP Solok kkp-solok.org KKP Ambon kkp-ambon.org KKP Gianyar kkp-gianyar.org KKP Kuranji kkp-kuranji.org KKP Palu kkp-palu.org KKP Salor kkp-salor.org KKP Sibolga kkp-sibolga.org KKP Cakranegara kkp-cakranegara.org KKP Bandung kkp-bandung.org KKP Singkawang kkp-singkawang.org KKP Muara Tebo kkp-muaratebo.org KKP Lampung kkp-lampung.org KKP Bangko kkp-bangko.org KKP Watampone kkp-watampone.org KKP Pematangsiantar kkp-pematangsiantar.org KKP Nanggalo kkp-nanggalo.org KKP Mojokerto kkp-mojokerto.org KKP Sawahlunto kkp-sawahlunto.org KKP Nusa Tenggara Barat kkp-nusatenggarabarat.org KKP Nusa Tenggara Timur kkp-nusatenggaratimur.org KKP Papuabarat kkp-papuabarat.org KKP Papua Barat Daya kkp-papuabaratdaya.org KKP Papua Pegunungan kkp-papuapegunungan.org KKP Papua Selatan kkp-papuaselatan.org KKP Papua Tengah kkp-papuatengah.org KKP Riau kkp-riau.org KKP Sulawesi Selatan kkp-sulawesiselatan.org KKP Sulawesi Tengah kkp-sulawesitengah.org KKP Sulawesi Tenggara kkp-sulawesitenggara.org KKP Sulawesi Utara kkp-sulawesiutara.org KKP Sumatera Barat kkp-sumaterabarat.org KKP Sumatera Selatan kkp-sumateraselatan.org KKP Sumatera Utara kkp-sumaterautara.org KKP Aceh Barat kkp-acehbarat.org KKP Aceh Barat Daya kkp-acehbaratdaya.org
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangko
{% endif %}